Sabtu, 23 Mei 2015
cerita remaja_rose in love part 1
Rose in love part 1
Meskipun susah,
Penuh perjuangan Ku jalani,
lara hati ini,
meskipun terasa berat,
aku semangat,
jalani penderitaan dengan nikmat
karena aku tahu,
di belang semua ini ada hikmat.
Pagi yang cerah di tengah liburan musim semi ini membuat setiap insan ingin pergi ke tempat-tempat yang mereka inginkan, entah sendiri ataupun berpasangan, mereka enggan menghabiskan waktu dirumah walaupun sejengkal waktu saja, apa lagi me-nyibukan diri dengan pekerjaan yang selalu dianggapnya beban. Kini hampir semua tempat-tempat wisata atau hanya taman kota biasa telah dibanjiri oleh orang-orang yang ingin menghilangkan penat, 70% diantara mereka adalah para pelajar, ya begitulah mereka, menggunakan waktu libur sebaik-baiknya,
menyenangkan diri sambil berkumpul-kumpul bersama pacar atau hanya sekedar teman biasa, mereka merasa bebas dari tugas-tugas sekolah yang selama ini menghantuinya. Untuk saat ini, jangankan tugas sekolah, untuk membereskan rumah sendiripun sepertinya mereka tak ingin, berbeda dengan seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang lebih memilih berdiam diri dirumah mene-mani tanaman mawar yang selalu dirawatnya, baginya mawar adalah segalanya, bahkan dia lebih mencintai mawarnya dari pada mencintai dirinya sendiri. Dia selalu membawa setangkai mawar kemanapun dia pergi, kebiasaan seperti ini telah ia jalani selama sebulan terakhir ini semenjak kepergian Mommy-nya untuk selama-lamanya, sebelum meninggal mom-nya sempat berpesan padanya bahwa dia harus hidup seperti bunga mawar “hyemy kau harus tumbuh seperti mawar, walaupun berduri tapi banyak orang yang menyukainya, duri diibaratkan kamu yang memiliki Kekurangan tapi kamu tetap disukai banyak orang, dan mengisi kekuranganmu dengan kelebihanmu yang diibaratkan mahkota bunga yang sangat indah,,” kata – kata itu selalu terngiang dibenak gadis manis itu-Hyemy-. Ingatan itu selalu membuatnya menangis, tak peduli dimana dirinya berada, seperti saat ini dia sedang du-duk sendiri ditaman mawar belakang rumahnya, bahkan dia tak menyadari kalau kakaknya datang dan duduk di sebelahnya
“honey kenapa kamu menangis hem,,,??” Tanya kakak-nya yang sangat tampan itu.
“eh, aku tak menangis.” Jawab hyemy dengan langsung mengha-pus air matanya
“berhentilah berbohong Hyemy-ya, kamu tahu mata itu tak pernah berbohong jadi tak usah menyembunyikan sesuatu dariku.” Hyemy yang masih dalam keadaan sedihpun tak sanggup me-nahan tangisnya dan langsung memeluk kakaknya yang bernama Andreas Choi
‘hiks…hiks…’ hyemy terisak dalam dekapan Andreas
“eh… kenapa??” Tanya Andreas bingung.
“aku rindu Mommy.”
Sesaat Andreas hanya bisa diam dadanya terasa sesak, sakit dan tanpa ia sadari kini air mata-nyapun ikut mengalir keluar, namun dengan cepat ia menghapusnya karena tidak mau adiknya yang sudah menangis akan bertambah jika melihatnya menangis, bagai-mana ia bisa menenangkan adiknya kalau dirinyapun menangis, pikirnya.
“hyemi-ya, dengarkan aku, Mommy disana pasti sedih melihatmu menangis seperti ini kamu ingat pesan Mom, kamu harus hidup seperti mawar, walaupun tak ada hubungnya dengan ini, tapi bagaimana kamu bisa hidup seperti mawar kalau kamu seperti ini, lebih baik kamu sekarang masuk, ayah sudah menunggumu,,”
“mm, baiklah, ayo kita masuk.” Hyemy pun menggandeng tangan kakak-nya.
Ayah-nya yang sedari tadi menunggunya di ruang keluargapun tersenyum ketika melihat putra putrinya datang.
“Daddy…,” hyemy langsung menghambur memeluk Ayahnya yang masih duduk menatap kehadiranya.
“emm, sayang duduk dulu Ayah mau bicara” kata ayahnya dan Andreas yang masih berdiri pun duduk di samping kiri ayah-nya.
“Deddy mau bicara apa? Sepertinya serius banget?” Tanya hyemy sambil memandangi wajah ayah-nya bertingkah bak anak kecil itu memang kebiasaanya.
“eumm,,,sebenarnya ayah mau menyelesaikan tugas di korea tapi ayah tidak tega meninggalkan kalian disini hanya berdua, jadi ayah ingin kalian ikut ke Korea dan menetap disana.” Jelas ayah mereka.
“jadi Daddy ingin kita pindah dari sini, dari rumah ini yang penuh kenangan, bahkan semua kenangan tentang Mommy ada disini, I can’t Daddy.” Kata hyemy denga nada tinggi menunjukan sedikit keterkejutanya.
“emm,, honey mungkin maksud ayah bukan begitu, ayah cuma ingin kita ikut bersamanya mungkin ayah tidak akan meng-hilangkan kenangan yang sudah ada disini.” Jelas Andreas berusaha menenangkan adiknya.
“apa itu benar, Deddy tidak akan menjual rumah ini?” Tanya hyemy penuh harap.
“tentu my honey, ayah tak akan menjual rumah ini, jadi kapan-kapan kita bisa berlibur kesini.” Jawab ayah hyemi dengan se-nyum yang mengembang dibibirnya.
“mmm…baiklah , aku ikut pindah ke Korea.” Kali ini Hyemy menunjukan senyum manisnya walaupun dirinya masih ragu akan keputusan-nya.
“kalau begitu sekarang kalian bereskan semua barang-barang kalian, secukupnya saja ya, ayah akan membeli tiket untuk ke korea nanti malam.”
“baik ayah.” Jawab Andreas dan hanya dibalas anggukan oleh Hyemy yang masih berat meninggalkan tempat kelahiranya ini.
***
Sesampainya di Korea mereka langsung menuju rumah baru mereka yang berada di kawasan Cheongdam-dong yang merupakan kawasan elite.
at new home,,
“wah Daddy rumahnya bagus juga lebih besar!! Tapi apakah ada mawar di sini daddy?” Tanya hyemy dengan wajah imutnya.
“hya!! Kenapa kamu selalu menanyakan mawar dimanapun kamu berada.”decak Andreas sambil berlalu meninggalkan hyemy yang masih berdiri mengagumi kemegahan rumah barunya itu.
“bukan urusanmu, daddy adakah mawar di sini, kalau tidak aku memilih pulang ke Canada-rumah lama- lagi.” hyemy mem-pouth bibirnya sebagai tanda kalau dirinya mulai merajuk.
“tentu ada honey, setiap hari akan ada orang yang mengantar bunga mawar kesini khusus untukmu.” jawab ayah hyemy.
“hooreee…” seru hyemy
“baiklah besok kamu mulai sekolah, ayah sudah mengurus semua surat kepindahanmu dan bilang pada kakak-mu, besok dia sudah bisa kuliah, sekarang ayah harus pergi mengurus berkas-berkas lainya.” Setelah mendapat ciuman di kening dari ayah-nya hyemy berlalu ke kamar Andreas yang berada di lantai dua yang ber-sebelahan dengan kamarnya.
At kamar
“Andreas.” Hyemy mendekat kearah Andreas yang sedang berbaring diranjang barunya yang berukuran king size itu.
“hhmmm,,,,”saut Andreas malas tanpa berkutik sesentipun dan hanya terdengar nafas beratnya yang menandakan dirinya sedang dalam keadaan kelelahan.
“kata Daddy besok kamu sudah bisa kuliah”
“eumm… baiklah, lalu bagaimana dengan kamu sendiri apa kamu sudah masuk sekolah besok” Tanya Andreas balik sambil men-dongak ke arah hyemy.
“ya, tapi aku belum siap.” Hyemy mendengus kesal dan menun-dukan kepala seakan dia bisa menghilangkan keraguanya dengan bersikap seperti itu.
“why?.” Tanya Andreas lagi antusias
“apakah besok teman baruku bisa menerimaku dengan baik seperti teman-teman di Canada, aku masih sedikit ragu.” Keluh hyemy
“pasti mereka baik-baik, dan mereka akan menerimamu dengan baik, asalkan kamu bersikap baik juga padanya.” Hibur Andreas kemudian memeluk adiknya dari belakang “lebih baik kamu sekarang istirahat ya,,!!” lanjutnya.
“baiklah.” hyemy pun berlalu setelah mengecup pipi Andreas sekilas dengan wajah ditekuk-tekuk penuh dengan keraguan.
***
First Day See You
Ketika ku melihatmu,
Tangis yang langsung kau buat,
Namun tak kusangkan,
Kehadiranmu,
Membuat hariku terasa hangat,
Dibalut dengan rasa sayang dan perhatian…
Pagi hari yang cerah membuat secercah sinar matahari menyusup masuk dan membangunkan pria tampan blasteran Eropa-Korea yang masih sibuk dengan peta dibantalnya. Enggan membuka mata, itulah yang sekarang ia rasakan.
Melanjutkan tidur itu yang ia inginkan.
“heemmm…” pria itu mengeliat untuk sekedar merenggangkan otot tubuh-nya.
“kenapa malam berlalu sangat cepat.” Gumamnya lirih, tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar menggema dikamarnya yang sangat luas dan rapih itu.
“Natan-ah, apa kamu sudah bangun, cepatlah mandi dan bergegas sekolah, kalau kamu terlalu lama kamu akan terlambat lagi seperti kemarin.” Suara seorang perempuan terdengar tak lama setelah benyi ketukan itu.
Ya pria itu adalah Natan seorang pria tampan dengan mata coklat yang tampak tajam ketika menatap yang berasal dari keluarga konglomerat kaya di Korea, pria yang terkenal bandel disekolahan ditambah pria yang sangat manja pada orang tuanya, mungkin karena dia anak yang paling berlebihan dikeluarganya sehingga orang tuanya selalu memperhatikanya. Tidak sengan adiknya yang selalu mandiri dan sudah bisa melakukan beberapa hal sendiri.
“ya Mammy.” Jawab Natan yang terlihat sangat malas untuk bangun, namun karena kewajiban sekolahnya dia harus segera mandi dan bergegas ke sekolah. Entahlah dirinya merasa seperti terhipnotis dengan peraturan sekolah yang sangat melelahkan, harus bangun pagi, mengerjakan tugas, mendengarkan guru berbicara, berdiri ditengah terik matahari ketika hari senin. Huh sangat membosankan bagi pria itu.
Persiapan sekolah ia lakukan dengan wajah kusut dan rasa malas yang berdomisili di hatinya. Sampai akhirnya dia melangkah keluar kamar dan sudah tidak menemukan seorang pun di meja makan, membuatnya malas akan menghabiskan sarapanya.
Ternyata benar kata mam-nya tadi, dia kesiangan dan dia harus lari karena dia tak membawa mobilnya yang sedang merajuk tak mau diajak kompromi sekalipun. Dari kejauhan sudah terlihat gerbang yang akan ditutup oleh penjaga sekolah dan dengan sekuat tenaga dia menambah kecepatan larinya namun sayang usahanya gagal karena gerbang sekolah telah ditutup tepat ketika ia dimulut gerbang,
“paman tolong sekali ini saja, bukakan gerbang untukku, aku janji besok tak akan terlambat lagi.” Melas Natan pada penjaga sekolah itu dengan raut wajah yang sudah pasti dibuat-buat itu, niatnya memang menunjukan wajah memelas, tapi entahlah, yang tampak palahan wajah yang sangat menggelikan antara takut dihukum guru, lelah, marah, menyesal, tercampur jadi satu dan hasilnya menunjukan expresi yang sangat menggelikan itu. Aneh.
“aish,,, kamu dari kemarin selalu seperti itu janji tak akan telat tapi mana hah, sampai sekarang kamu masih telat, lebih baik kamu pulang saja sana!!!” omel sang pejaga gerbang yang sepertinya mulai hafal dengan langganan telat yang satu ini. memang Natan akhir-akhit ini sering terlambat karena tidurnya terlalu malam, dampak dari hobinya. Membaca novel yang super duper tebal.
“ku mohon paman, sekali ini saja.” lagi-lagi Natan berusaha memohon degan expresi itu. Permohonan berulang kali Natan berika demi bisa masuk sekolah hari ini.
Saat Natan sedang berusaha merayu penjaga, tiba-tiba sebuah mobil sport hitam yang terlihat sangat mewah berhenti dan turunlah seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang mungil dan wajah yang sangat imut +cantik itu. Matanya abu-abu, rambutnya yang bergelombang dibiarkan tergerai, bibirnya yang mungil membut siapa saja yang melihat akan merasa gemas denganya. Hidungnya lancip sedang. Kulitnya kuning langsat. Ciri orang tinggal di daerah dingin.
“good luck honey” kata Andreas dari dalam mobil.
“thank’s, and always’s be the good boy to you Andreas” hyemy-gadis itu- pun menuju pintu gerbang yang sudah tertutup dan menjumpai Natan dan penjaga sekolah yang sedang berdebat, namun dirinya tidak terlalu memperhatikan keberadaan Natan. Dirinya masih disibukan dengan perasaan dag dig dug-nya karena merasa ragu dengan sekolah dan teman barunya.
“permisi paman, masih boleh masuk, maaf saya terlambat.” Kata hyemy lembut sambil tersenyum ramah menunjukan sederetan gigi putih susunya yang memiliki gingsul di sebelah kiri yang membuatnya semakin manis dan sontak membuat dua orang itu memalingkan wajah. Beberapa detik Natan menatap Hyemi dengan tatapan kagum.
“oohh, kamu murid baru yang dari Canada itu kan, silahkan masuk, kepala sekolah telah menunggumu di ruanganya.” Penjaga sekolah pun membuka-kan gebang untuk hyemy seraya membalas senyum ramah hyemy, Natan yang sedang berdiripun tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, dengan sekali lompat ia berhasil melewati gerbang dan langsung melarikan diri,
“terimakasih paman.” ramah hyemy sebelum berlalu dari tempat itu
“iya sama-sama”
“hya pria gila, dasar kau licik.” Teriak penjaga sekolah pada Natan yang sudah berlari memasuki koridor sekolah “aish awas kau jika bertemu lagi denganku”
***
At kelas
Natan yang dikenal sebagai maniak novel itu sudah duduk manis dengan novel kesayanganya itu, namun tiba-tiba guru Park datang bersama hyemy yang mengekor dibelakangnya.
Kelas yang tadinya sangat ramai bak pasar ikan kinipun berubah menjadi tenang namun menunjukan situasi bingung, semua siswa saling bertatapan seakan bertanya-tanya siapa gadis yang sedang berdiri didepan kelas mereka saat ini, walaupun mereka sudah tahu kalau gadis itu murid pindahan, tapi entahlah mereka masih belum puas jika belum tahu lebih lanjut.
“sekarang perkenalkan dirimu” kata guru Park pada hyemy
“Hallo my name is Hyemy, I’m from Canada.” Hyemy pun membungkukan badan sebagai tanda hormatnya
“semuanya sekarang kita kedatangan murid baru, saya berharap kalian bisa menerimanya, dan sekarang kau duduk dikursi yang kosong yang ada di sebelah Natan Kim” kata guru itu lagi pada hyemy sambil menunjuk kursi kosong yang bersebrangan dengan kursi Natan.
Semua siswa menyambutnya dengan hangat namun diantara mereka ada yang masih bertanya-tanya kenapa disaku bajunya ada mawar merah yang menyembul keluar dibagian mahkota bunganya.
Dan akhirnya hyemy duduk dengan seorang gadis manis bernama hyera.
“hallo.” Sapa hyemy ramah dan dibalas ramah juga oleh hyera
“hallo my name Park Hyera.” hyera pun mempersilahkan hyemi duduk dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
“kamu tak perlu menggunakan bahasa inggris karena akupun sudah menguasai bahasa korea, dulu aku sempat tinggal di negara ini” tutur Hyemy setelah duduk.
“benarkah, enak sekali jadi dirimu, bisa pidah sana-sini dan juga kamu itu sangat cantik kalau dilihat-lihat” puji hyera tulus mengakrabkan diri.
“ya begitulah, terimakasih atas pujianmu, kamu sendiri juga sangat cantik. Dan lebih baik kalau sekarang kita dengarkan pelajaran, benarkan?”
“you allright”
***
Langganan:
Postingan (Atom)